Jumat, 24 September 2010

Tentang Kamera dan Teknik Fotografi

FOTOGRAFI
Secara sederhana fotografi adalah alat perekam realitas secara objektif, yaitu memindahkan subjek di dunia nyata ke dalam bentuk dua dimensi secara apa ada nya. Namaun karena fotografi adalah juga perpanjangan fungsi dari mata si pemotret, maka fotografi dapat pula menjadi media penyampai gagasan, pemikiran, dan informasi yang ingin disampaikan pada audiens.

DIAFRAGMA
Bukaan atau diafragma adalah pengaturan seberapa besar lensa membuka untuk menerima cahaya. Pada kamera SLR, besaran diafragma ditunjukan oleh angka-angka sebagai berikut :
F 2,8 ; F 3,5 ; F 5,6 ; F 8 ; F 11 ; F 16 ; F 22
(Semakin besar diafragma ditunjukan dengan angka yang semakin kecil)
Diafragma berpengaruh pada seberapa dalam ruang tajam yang dihasilkan dalam sebuah pemotretan. Diafragma dengan bukaan besar (angka kecil), menghasilkan efek ruang tajam (DOF: Depth of Field) sempit.

KECEPATAN
Kecepatan adalah pengaturan seberapa lama rana/jendela kamera terbuka untuk menerima cahaya. Hal ini turut mempengaruhi efek beku tidaknya objek yang bergerak.

ARAH CAHAYA
Belajar lighting/cahaya berarti mempelajari tentang efek dari cahaya yang datang dari arah yang berbeda-beda.
1.    Full Frontal
Sumber cahaya tepat dari samping kamera, yaitu di depan wajah subjek. Terlihat sedikit variasi tone dan bayangan yang membentuk efek kedalaman. Posisi ini adalah posisi paling umum yang digunakan fotografer untuk menggunakan lighting sebagai cahaya tambahan.
2.    45⁰
Sumber cahaya dari arah 45 derajat dari wajah subyek, baik dari kiri maupun kanan. Posisi ini akan menimbulkan efek kedalaman karena menciptakan tone dan bayangan. Posisi 45 derajat merupakan posisi paling umum yang digunakan fotografer untuk menempatkan mainlight (cahaya utama) ketika menggunakan sumber cahaya lebih dari satu.
3.    90⁰
Sumber cahaya dari arah 90 derajat atau tepat dai samping subjek, baik dari kiri maupun kanan. Posisi ini akan menimbulkan efek dramatis dan bukan posisi yang biasa untuk penempatan cahaya dalam pemotretan normal.
4.    Backlighting
Sumber cahaya tepat di belakang subjek, menghadap lurus ke kamera. Posisi ini akan menciptakan cahaya halo yang mengelilingi kepala subjek. Unutk pemotretan tingkat advance, sumber cahaya ini bisa menjadi cahaya pelengkapan dalam pemotretan.
5.     Siluet
Ketika cahaya background lebih kuat daripada cahaya yang di depan subjek, maka akan dihasilkan efek siluet. Posisi ini dalam pemotretan tingkat advance biasanya digunakan untuk memisahkan subjek dengan background.

POSISI KAMERA
1.    Eye Level
Posisi normal dalam menempatkan kamera, yaitu menyesuaikan tinggi/level dari mata subjek. Posisi ini akan menghasilkan pose yang terlihat natural.
2.    High Level
Posisi kamera yang lebih tinggi dari subjek akan menimbulkan kesan sendu/sedih. Perhatikan juga, kalau posisi ini juga akan membuat hidung terlihat lebih panjang.
3.    Low Level
Posisi kamera yang berada di bawah subjek akan menimbulkan kesan angkuh/sombong. Perhatikan juga, kalau posisi ini juga akan membuat hidung terlihat lebih pendek.

ANGLE LENSA
1.    Close-Up
Angle lensa paling dekat, yaitu sekitar wajah subjek. Biasa digunakan untuk pemotretan cover model majalah atau pas foto.
2.    Medeium Shots
Angle lensa medium, yaitu seukuran separuh badan. Biasa digunakan untuk pemotretan fashion/mode atau pemotretan umum.
3.    Long Shots
Angle lensa palinng luas, yaitu mencakup seluruh badan dan background. Biasa digunakan untuk pemotretan yang membutuhkan gambar subjek lengkap dengan background nya. Apabila ingin memotret dengan angle luas, perhatikan background/lokasi, karena akan sangat mempengaruhi bagus tidaknya hasil foto.

KOMPOSISI

PENEMPATAN HORIZON DAN OBJEK

Gambar

Titik perpotongan garis (a,b,c,d) merupakan tempat terbaik untuk penempatan objek. Sedang garis vertikal maupun horisontal merupakan panduan penempatan horison.
MENGONTROL KOMPOSISI
   ↑
     ←     →
                                                                   ↓ Biasakan untuk melihat (setidaknya) empat sisi bingkai pemotretan. Lakukan seleksi elemen visual dengan ketat sebelum melakukan pemotretan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar